Awas Radiasi Infra Merah Pada HP …
Seminggu belakangan ini di daerah tempat saya bertugas yang termasuk salah satu daerah terpencil di propinsi Sumatera Utara dan bahkan pulau terluar didekat Samudra Hindia, tersebar isu tentang Handphone, sebuah benda yang kecil yang selalu akrab bersama kita dan juga selalu menemani kita.
Pertama kali saya mendengar isu itu ketika sarapan pagi disebarung warung kecil yang juga terdapat sebuah counter penjualan pulsa.
Cerita selentingan yang saya dengar ketika itu adalah "Hati-hati jika menerima SMS yang bertulisan merah dan jangan balas SMS tersebut karena akan berakibat kematian", saya ingat dengan beberapa operator seluller yang meluncurkan fitur baru pada layanan SMS mereka yaitu SMS berwarna. saya tidak tertarik menanggapi isu tersebut, karena saya anggap isu klasik didaerah terpencil seperti Nias ini.
Sialnya … pada malam harinya adik saya yang cewek paling kecil, menelepon saya juga melalui HP menghubungi saya dengan mengatakan "Hati-hati menerima telepon atau SMS yang nomornya berwarna merah umumnya mengandung angka 666 karena akan berakibat kematian karena itu adalah telepon santet dari arwah yang gentayangan", saya coba jelaskan ketidak masuk akalan saya mengenai isu ini, dan saya katakan di zaman seperti ini kok masih ada isu seperti itu.
Malam hari dua hari yang lalu saya kembali menerima telepon dari adik saya yang cewek itu dengan mengatakan "ternyata bukan santet bang .. itu radiasi infra merah ini yang bilang WHO ada kok di internet, abang masih di kantor nggak ? Besok matikan HP karena puncaknya esok hari itu bisa berakibat kematian" Karena saya sangat ngantuk dan waktu dihubungi saya lagi tidur, saya males menaggapi sehingga saya cuma bilang "iyaa ddeehh" dan kembali melanjutkan tidur yang terganggu.
Ketika pagi hari nya di Kantor, seorang cewek dari bagian Human Resources Departement (HRD) datang ke ruangan saya dengan mengatakan bahwa komputer dia padam secara tiba-tiba (naaah dikantor ini orang-orang HRD nggak kebagian jatah Laptop, jadi masih tetap pakai Desktop). Sambil iseng saya jawab "itu pasti gara-gara komputernya dapat sms atau telepon merah atau kena radiasi infra merah" kata saya sambil ngakak menuju ruang HRD. Ternyata arus listrik ke komputernya dari UPS tidak ada akibat UPS nya kehabisan daya dari battere dan input UPS dari PLN terlepas mungkin akibat tersepak. Karena saya ngomongin soal radiasi inframerah, begitu saya kembali keruangan saya lihat kawan-kawan di kantor mengajak saya confrence melalui skype dan undangan joint nya sudah ada di laptop saya. Saya menjelaskan kepada mereka ketidak percayaan saya soal gosip tersebut.
Telepon seluler baik GSM, CDMA tidak pernah menggunakan spektum frekuensi infra merah, kalaupun ada handphone mempunyai fasilitas infra merah (Irda) itu bukan untuk berkomunikasi terhadap sentral teleponnya tetapi hanya komunikasi jarak dekat yang digunakan sesama handphone yang memiliki fasilitas Irda seperti pertukaran gambar, atau nada dering tanpa melalui sentral telepon.
Kita tahu bahwa telepon seluler bekerja pada spektrum gelombang radio dengan panjang gelombang puluhan centimeter (sekitar 17 cm pada frekuensi 1800 MHz) dan tentunya sangat berbeda dengan spektum gelombang infra merah yang masuk dalam spektrum gelombang cahaya dengan panjang gelombang pada orde 900 nano mete hingga 1 milimeter. Inframerah itu sendiri merupakan gelombang caya yang tidak nampak sebelum paling rendah sebelum gelombang cahaya warna merah, sedangkan gelombang cahaya lainnya yang tidak tampak adalah Ultra violet.
Dalam kehidupan sehari-hari cahaya infra merah digunakan untuk remote control seperti TV, Air Conditioning juga pengiriman atau transfer data jarak dekat secara wireless dalam jarak hanya puluhan meter saja, juga digunakan sebagai night vision untuk penglihatan dalam kegelapan malam agar tidak diketahui (lihat di wikipedia). Tidak ada aplikasi inframerah yang berbahaya seperi aplikasi microwave yang dapat digunakan sebagai microwave oven yang dapat digunakan memasak daging.
Sifat gelombang elektomagnetik makin tinggi frekuensinya makin dekat jangkauannya dan makin rentan terhadap gangguan (dalam spektum gelombang ada gelombang suara 20 - 20KHz gelombang radio dan gelombang cahaya, gelombang audo juga dibagi menjadi gelombag infrasonic dibawak 20 Hz dan Ultra Sonic diatas 30 Kz sedang Frekuensi radio dibagi lagi dalam Low Frequency (LF) Medium Feqeuncy (MF), High Frequency (HF), VHF,UHF,SHF,EHF begitu juga spektum gelombang cahaya . Jadi sangat tidak mungkin kalau telepon selluler menggunakan spektum gelombang cahaya infra merah. Ini sama juga memasukkan ayam ke golongan kambing yang jauh beda kelasnya.
Sialnya yang terjadi kita tidak pernah menggunakan logika berfikir, dan asal meneruskan SMS atau Asal Forward seperti Fitnah tersebut.
Gunakan logika.. dan hematlah pulsa anda ketimbang memforward SMS yang tidak benar.