Lambang-lambang Perlindungan

redcross.jpg Apa yang anda bayangkan jika melihat gambar disebelah kiri ?

Mungkin anda akan terbayang tentang paramedis professional dengan seragam putih nya, atau perawat dirumah sakit ataupun pak dokter yang sedang bekerja dirumah sakit.

Beberapa tahun yang lalu saya juga membayangkan hal seperti diatas, karena lambang tersebut selalu digunakan oleh kepentingan Medis.

Namun apa sebenarnya kisah dibalik lambang tersebut ?
Latar belakang lambang tersebut memang tidak jauh dari kisah pertolongan medis, tetapi bukan oleh para professional yang dibayar mahal melainkan oleh para sukarelawan (volunteer).

Pada tahun 1862 Henry Dunnant yang kemudian dikenal sebagai Bapak Palang Merah dunia, menulis sebuah buku yang berjudul “Memory of Solferino” yaitu kisah pertempuran berdarah di kota Solferino sebelah Utara Italia . Dalam buku tersebut Henry Dunnant menuangkan dua gagasan yaitu :

  1. Membentuk Organisasi Sukarelawan yang disiapkan menolong korban perang.
  2. Membuat perjanjian untuk melindungi korban perang serta melindungi para relawan yang membantu dinas kesehatan militer.

Untuk melaksanakan gagasannya dibentuklah komite lima pada tanggal 9 Februari 1863 yang terdiri dari :

  1. Gustave Moynier Seorang Pengacara, Ketua “Mayarakat Jenewa untuk keselamatan umum - Geneva Society for public welfare”
  2. dr Lois Appia Ahli bedah merupakan teman dari Theodore Maunoir
  3. dr Theodore Maunoir dari “Geneva Hygiene and Health Commision”
  4. Jend. Gullame – Henry Dufour Seorang jendral terkenal dari “Swiss Army”
  5. Henry Dunnant

Sebagai hasil kerja dari komite 5 ini terbentuklah Komite Internasional untuk bantuan para tentara yang cedera pada tanggal 17 Februari tahun 1863 yang merupakan

cikal bakal lahirnya Komite Internasional Palang Merah Comite intenational Geneve pada tanggal 29 oktober tahun 1863 yang lahir dari sebuah konfrensi di Jenewa konfrensi itu juga melahirkan resolusi yaitu

  1. Yayasan nasional untuk pertolongan tentara yang luka
  2. Netralitas dan perlindungan bagi tentara yang cedera.
  3. Penggunaan kekuatan sukarelawan untuk bantuan pertolomgan di medan tempur
  4. Menetapkan konsep ini dalam suatu perjanjian internasional
  5. Mengawali penggunaan lambang-lambang perlidungan untuk personel Medis dilapangan yaitu Gelang putih bersulam Palang Merah.

Lantas mengapa lambangnya Palang Merah ?

swiss-flag.gifDulu sebelum bertugas Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah , saya pernah berpikir kalau lambang palang merah itu merupakan simbol perawatan luka akibat cedera, Karena warnanya merah saya beranggapan itu merupakan symbol darah dan kain kassa,.

Benarkah demikian ?

Ternyata saya keliru, Lambang palang Merah di adopsi dari bentuk dan simbol bendera Swiss yang berlatar belakang merah dan terdapat palang putih, jadi Lambang palang merah tersebut merupakan kebalikan bendera Swiss dimana Palangnya dibuat Merah dan latar belakangnya putih.

Beruntung saya sebelum bekerja di Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) saya bekerja di salah satu NGO milik Swiss yaitu Caritas Switzerland sehingga saya hapal betul bentuk bendera Swiss ini.
Tentunya ada pertanyaan lain yang mengganjal, mengapa lambangnya diilhami dari bendera Swiss (Switzerland) bukannya lambing bendera amerika yang Adhi Kuasa (super power) itu ?

Seperti yang telah saya sebutkan tadi bahwa pelaku-pelaku yang membidani lahirnya Palang Merah itu adalah warga Negara Switzerland alias Swiss, jadi wajarlah sebagai penghargaan dipilih lambang bendera Swiss.
Lantas mengapa lambang nya kebalikan bendera Swiss. Sesuai dengan prisipnya bahwa palang merah itu netral dan tidak memihak ke Negara manapun jadi tidak berafiliasi ke satu Negara.

red-cresc.jpg
Selain lambang Palang merah, pada tahun 1876 ketika terjadi perang Balkan (perang Russo – Turki), kerajaan Ottoman (Turki) mengajukan lambing Bulan Sabit Merah untuk perhimpunan sukarelawan mereka.
Karena pemerintah kerajaan Ottoman percaya bahwa tanda palang akan dijauhi tentara muslim mereka. Pada tahun 1877 Rusia menyatakan kepada ICRC bahwa mereka menghormati ke netralan dari Bulan Sabit merah dan sebaliknya pemerintah kerajaan Ottoman juga menghormati Palang Merah.
Dan pada tahun 1878 ICRC menyatakan bahwa lambang Bulan sabit merah dapat di adopsi sebagai lambang perlindungan pada Negara-negara muslim. Secara resmi lambang Bulan sabit merah diakui pada tahun 1929 pada saat konfensi Jenewa yang mengamandemen Artikel 19.
Lambang bulan sabit Merah ini pada umumnya digunakan pada Negara-negara yang populasinya mayoritas Muslim seperti Pakistan (1974), Malaysia (1975) dan Bangladesh (1989) kecuali Indonesia tentunya.



Leave a Comment