LINUX
Sebagaimana janji saya pada celotehan sebelumnya atau celoteh yang muncul setelah celotehan ini, saya akan berceloteh tentang Linux.
Seperti yang saya katakansebelum ini, sebenarnya sbelum mengenal Linux saya sudah mengenal Operating system bernama Unix ketika bekerja di sebuah perusahaan Komputer di bilangan Senen Jakarta . ( duuuh pake malu-malu segala, Bilang aja PT Pantja Indohitech Komputer di Jalan Kramat Raya No. 94 -96 Gedung Pantja Niaga (CTC Building) Jakarta Pusat .. gitu beres ‘kan.)
Ada beberapa keluarga Unix yang proprietary (maksudnya hanya bisa running dan di disain pada mesin tertentu) seperti HP-UX untuk Mesin Hewlett Packard,ULTRIX yang running padaDEC (Digital Equipment Corporation), AIX untuk mesinIBM RISC 6000, Solaris untuk Mesin Sun Microsystem, Domain/X untuk Apple computer.
Sebenarnya UNIX ini merupakan system operasi yang pertama kali dikembangkan oleh AT and T Bell Laboratorium.
Dahulu, yang saya suka dari operating system ini adalah kemampuan multi taskingnya dan kemampuan multi user nya, Ada operating system yang multi user tapi kemampuan multi taskingnya diragukan.
Sebagai contoh pada SCO Unix (dari Santa Cruz Operating System) yang merupakan variant dari Unix yang tidak proprietary dan bias running pada PC (Personal Computer), saat kita melakukan pencetakan pada printer, sebelum pencetakan selesai kita bias melakukan format disket pada mesin yang sama tanpa harus menunggu hasil cetakan selesai dan juga melakukan tugas lain pada satu mesin yang sama.
Ini sangat berbeda dengan operating system yang lain yang hanya dapat melakukan tugas lain jika tugas yang sebelumny selesai terlebih dahulu. Walaupun operating system itu multiuser. Jadi Unix itu multi user sekaligus multi tasking.
Lhaa … katanya mau ngomongin Linux kok malah ngomongin Unix.
Sabar dooong..,
Linux itu merupakan Varian dari Unix, semua perintah command line di Unix itu dapat berjalan di Linux dan sifat-sifat Linux itu juga mengikuti sifat induknya Unix itu.
Lhooo kok namanya Linux ….?
Linux itu diambil dari nama pencetusnya kernelnyayaitu Linus Torvald seorang pemuda Findlandia yang lahir tanggal 28 Desember 1969. Sedangkan Kernel Linux dia buat tahun 1991.Naahh benar saya bilang bukan ?Sebelum Linux selesai dibuat(masih kernelnya) saya sudah mengenal UNIX dan XENIX, Karena saya sudah menjadi engineer untuk Mesin Altos yang memiliki operating system Unix yang proprietary pada mesin itu.
Tadi saya tidak mengatakan kalau Linux itu dibuat oleh Linus Torvald, yang saya katakana kernelnya yang dibuat oleh Linus, nanti saya akan ditempeleng sama si Brewok Richard Stallman. Richard Stallman ini dua tahun yang lalu pernah mengunjungi Jakarta.
Siapa Richard Stallman, kok namanya tidak sepopuler Obama yang baru memenangkan lotere undian eh salah baru memenangkan pemilu di Amerika Serikat.
Richard Stallmand yang umurnya lebih tua 16 tahun dari Linus torvald (Richard lahir 16 Maret 1953) juga memegang andil mengembangkan Linux ini dan pada tahun 1983 dia membuat suatu system yang bernama GNU. GNU itu merupakan singkatan dari GNU’s Not Unix , jadi tetap berulang dan GNU itu dilafalkan seperti genyu, Kok … Singkatannya gitu .., Sableng nggak tuuh namanya. . Memang orang IT ini aneh-aneh ya …? He he he .. yang nulis ini juga masih orang IT di IFRC Gunung Sitoli mudah-mudahan tidak di stempel sebagai orang aneh dan sableng
Lha .. katanya Linux keluarga Unix , tapi mengapa GNU itu GNU’s Not Unix ?
Saya mengatakan keluarga Unix karena semua perintah Unix bias dikenali di Linux .. itu saja lain tidak .. huu uuuh .. kalau kalian mau tahu Tanya laah sama si Richard Stalmann saya nggak mau ikutan..
Linux itu sendiri memiliki GPL (General Public License) jadi lisensinya umum sehingga Linux bebas di Copy digunakan dan di modifikasi tanpa harus membayar, sangat demokratis bukan ?
Latar belakang dibelakang pembuatan kernel Linux itu sendiri juga adalah peran MINIX yaitu operating system Unix yang ditujukan untuk penggunaan akedemis yang dirilis olehAndrew S. Tanenbaum(kok mirip marga di Nias .. Telembanua ada hubungan ya ….?) pada tahun 1987 dan Linus Torvalds membuat kernel Linux ini pada operating System MINIX yang notabene keluarga Unix.
Naaahh .. udah terjawab bukan hubungannya Linux dengan Unix ?
Pada tahun 1992 Linus Tovald menjelaskan lagi :
‘li’ dieja dengan bunyi [ee] pendek, ‘nux’ juga pendek, non-diftong, seperti dalam pUt. Linux hanya merupakan nama kerja untuk sesuatu, dan karena saya menulisnya untuk menggantikan minix di sistemku, hasilnya adalah apa adanya… linus’ minix menjadi linux.
Jadi sudah makin jelas hubungan antara Linux dengan Unix dan persaudaraan Linux dengan GNU. Sangkin eratnya hibunan dengan GNU,secara built-in Linux menyertakan compiler bahasa pemrograman C yaitu gcc yang merupakan singkatan dari GNU Compiler Collection.GCC menyediakan compilator bahasa C, C++ dan Java.
Kernel Linux itu sendiri di compile dengan gcc. Disamping itu di Linux juga tersedia beberapa GUI (Graphical User Interface) yaitu Xwindows (yang paling lawas) KDE ini bukan Kontes Dangdut Endonesia tetapi K Desktop Environment , juga tersedia GNOME yang merupakan singkatan dari GNU Object Model Environment.
Pada perakteknya kita hanya bias memilih salah satunya tergantung mana yang kita inginkan, sekali lagi Linux itu demokratis. Kita tidak boleh berselingkung memakai ketiganya sekali gus.
Salam dari Gunung Sitoli Nias
Ya’ahowu.